Nilai-nilai Islam Yang Terkandung Dalam Perguruan Pencak Silat

 Pencak silat merupakan seni budaya bangsa Indonesia dan juga sebagai cara pembelaan diri yang ditujukan untuk melindungi dan mempertahankan kehidupannya atau kelompoknya dari tantangan alam. Cara pembelaan diri tersebut sesuai dan kondisi alam sekitarnya. Cara-cara pembelaan diri terus berkembang dengan ciri-ciri khusus dengan mengolah keterampilan menggunakan senjata-senjata tertentu. Melalui para pendekar pembelaan diri bangsa Indonesia terus berkembang, terciptalah aliran-aliran bela diri yang masing-masing daerah mempunyai ciri-ciri khusus. 

Bukan hanya ilmunya saja namun dalam pembelajaran atau latihan silat di lapangan para siswa sudah langsung dibiasakan untuk mengamalkan nilai-nilai tersebut diantaranya seperti, menerapkan nilai-nilai keimanan dengan cara melakukan doa bersama sebelum melakukan latihan dan latihan tanding dengan lawan pemain. Saat mulai berlatih sampai selesai para siswa agar untuk selalu bertawakal kepada Allah SWT. 

Berikut ini adalah Nilai-nilai islam yang terkandung dalam perguruan pencak silat:

1. Nilai keimanan. 

Pembenaran iman sejatinya hanya dapat dilakukan melalui pengalaman batin, karena hati merupakan bagian dari diri yang mampu menerima ajaran keimanan yang bersifat dasar, wahyu dan diluar akal sehat. Ungkapan secara verbal terwujud dalam pengucapan dua kalimat syahadat, yaitu menyatakan akan keesaan Allah dan kenabian Nabi Muhammad SAW. Mewujudkan iman dalam tindakan nyata seperti berjihad, berqurban, membayar zakat, menjalankan ibadah haji, dan lain-lain. 

2. Nilai Akhlak. 

Akhlak merupakan aspek moral dan etika seseorang dalam berperilaku dan berinteraksi dengan orang lain. Nilai akhlak yang umum dihargai dan diterima dalam masyarakat dapat bervariasi tergantung pada budaya, agama dan sistem nilai yang dianut oleh individu dan kelompok. 

Pencak silat adalah seni bela diri khas Indonesia dan beberapa negara di Asia tenggara. Selain menekankan pada aspek fisik dan teknis bela diri, pencak silat juga mencerminkan nilai-nilai moral dan etika yang tinggi. 

3. Amal Baik (Amaliyah). 

Dari segi asal-usul kata, amaliyah berasal dari bahasa arab, yakni 'Amalan dengan wadah 'Amila-ya'malu-'amalan, yang merupakan turunan dari wadah Fa'ala-yaf'alu-fa'lan. ini mengacu pada konsep membuat, berbuat, mengejarkan, praktik, dan bertindak. secara terminologis, amaliyah merujuk pada kegiatan sehari-hari yang terkait dengan masalah agama. Amaliyah merupakan suatu kebiasaan yang menjadi tradisi dalam suatu kelompok atau golongan, dan menjadi ciri khas dari kelompok atau golongan tersebut. 

Komentar